Mendag Agus Nilai Sistem Penjualan Langsung Pacu Pertumbuhan Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menilai sistem penjualan langsung dapat memacu pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Itu disampaikan saat membuka Indonesia Direct Selling 4.0 Expo secara virtual.

Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) serta diikuti oleh 101 Perusahaan Multi Level Marketing ini diharapkan dapat terus menggerakan kegiatan ekonomi.

“Industri bisnis penjualan langsung merupakan bisnis yang berada dibawah naungan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia yang juga menyumbang perekonomian di Indonesia tidak kurang Rp 14 Triliun setiap tahunnya,” kata Mendag, Kamis (29/10/2020).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Andrew Susanto menyampaikan, tantangan terbesar industri penjualan langsung bukan hanya perubahan perilaku konsumen di era digital ini.

Menurutnya, adanya pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda setelah lebih dari setengah tahun tetap harus diiringi pengharapan.

“Kata krisis dalam karakter Tiongkok mengandung kata bahaya dan juga peluang. Dibalik suatu bahaya, tetap ada peluang. Walaupun dalam kondisi bahaya, tetaplah bergerak untuk mencari peluang,” tutur Andrew.

Beruntung di era digital ini, peluang tetap tersedia untuk melakukan usaha penjualan langsung.

Jika dulu untuk menjual produk atau mensponsori member baru harus dengan bertatap muka secara fisik, kini tidak lagi.

“Tatap muka dengan konferensi video dan portal pembayaran digital memudahkan pelaku industri penjualan menjalankan usahanya. Berbekal kemudahan teknologi bagi industri penjualan Langsung maka AP2LI ingin membuat suatu terobosan lebih besar lagi yaitu mengadakan Indonesia 1st Direct Selling 4.0 Expo,” urainya.

AP2LI berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan Indonesia 1st Direct Selling 4.0 Expo sebagai sarana untuk mengenal langsung produk serta peluang usaha yang luar biasa di masa pandemi ini